Hai!

Pada jurnal ini saya ingin membahas disks atau penyimpanan di Google Compute Engine. Disk ini berbeda dengan storage yang ada di GCS ya, karena disk pada GCE bersifat block storage dimana biasanya ia digunakan untuk disk sistem operasi atau disk tambahan yang di attach, menjadi vdb misal. Dan khusus di GCP, banyak tipenya. Mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing tentu saja. Selengkapnya bisa baca di dokumentasi ini > https://cloud.google.com/compute/docs/disks ya.

Disini kita akan coba praktik.

Untuk masuk ke menu Disks, bisa Compute Engine > Disks.

Tampilannya seperti di bawah ini. Jika kita memiliki instances yang didalamnya tentu saja ada disknya, maka akan muncul daftarnya dalam dashboard di bawah ini.

Untuk membuat disk baru, klik Create disk.

Isikan nama, sesuaikan region dan ukuran disk ya. Selain itu di jurnal ini saya biarkan default. Lalu klik Create.

Setelah, dibuat maka hasilnya akan seperti di bawah ini.

Dari sebuah disk, kita bisa melakukan beberapa action yang terkait dengan fitur-fitur lain di GCE. Kita bisa buat instance, snapshot, image, dan bahkan kita bisa clone atau menggandakan disknya.

Tapi di jurnal ini kita belum akan membahasnya lebih lanjut. Kita fokus pada disk nya terlebih dahulu. Untuk melihat detail dari disk, bisa klik nama disk, dan detailnya akan terlihat seperti di bawah ini. Kita pun bisa monitoring disk nya ya.

Kita coba untuk mengubah ukuran disknya, klik Edit. Lalu set ukuran disk nya. INGAT! bahwa ukuran hanya bisa ditambah, tapi tidak bisa dikurangi. Jadi misal ukuran sebelumnya 100GB, kita coba set menjadi 150GB. Lalu klik Save.

Hasilnya akan seperti berikut ini.

Selanjutnya, kita coba buat instance dimana disk yang dibuat tadi akan di attach sebagai secondary disk (disk kedua) sebagai tempat yang khusus untuk menyimpan data. Masuk ke menu VM Instances > Create Instance.

Hal yang wajib dikonfigurasi dengan benar adalah pastikan region dan zone sesuai dengan tempat dimana disk yang dibuat tadi berada. Untuk komponen lain, bisa disesuaikan.

Untuk attach disk, klik Management security, disks, networking, sole tenancy.

Masuk ke tab Disk dan klik Attach existing disk.

Pilih disk yang dibuat tadi, dan klik done. Lalu klik create untuk membuat instance nya.

Berikut hasil instance yang terbuat dan bisa klik nama instance untuk melihat detailnya.

Bisa dilihat bahwa terdapat dua disk yang ter-attach yaitu disk booting berisi debian-10 dan disk kosong yang dibuat tadi.

Kita coba mounting agar disk bisa digunakan untuk menyimpan data. Pertama, ssh instance dan verifikasi disk menggunakan perintah:

lsblk

Terlihat disk yang kedua bernama sdb.

Kita buat partisi menggunakan perintah fdisk dan format sesuai file system, misal disini menggunakan file sistem ext4. Langkah-langkahnya seperti tangkapan layar di bawah ini.

Dan lakukan mounting, misal ke folder /mnt/mydata.

lsblk
mkdir /mnt/mydata
mount /dev/sdb1 /mnt/mydata
lsblk
df -hT

Jadi, saat kita menyimpan data di /mnt/mydata maka data tersebut sudah tersimpan di disk vdb atau disk yang dibuat sebelumnya.

Selain menggunakan console, kita bisa membuat disk menggunakan cli di cloud-shell. Misal saya membuat disk bernama disk02 dengan ukuran 100GB, maka perintahnya:

gcloud compute disks create disk02 --size=100GB --zone=asia-southeast2-a

Dan untuk verifikasi:

gcloud compute disks list

Untuk melakkan resize, misal resize ke 150GB, perintahnya adalah:

gcloud compute disks resize disk02 --size=150 --zone=asia-southeast2-a
gcloud compute disks list

Untuk pengujian, bisa kita buat instance baru via cli juga:

gcloud compute instances create instance02 --zone=asia-southeast2-a --image=debian-10-buster-v20210316 --image-project=debian-cloud --service-account=sa-frontend@steady-syntax-305116.iam.gserviceaccount.com --network=custom-vpc01 --subnet=asia-southeast-2
gcloud compute instances list

Lalu kita attach disk nya ke instance yang baru saya dibuat:

gcloud compute instances attach-disk instance02 --disk=disk02 --zone=asia-southeast2-a

Kita verifikasi dengan melihat detail instance nya:

gcloud compute instances describe instance02 --zone=asia-southeast2-a

Terlihat bahwa disk yang ter-attach berjumlah 2 dan kita bisa lakukan verifikasi dengan langkah yang sama seperti sebelumnya menggunakan SSH.

Selamat mencoba dan sekian!