Hai!

Selamat malam teman-teman. Pada jurnal ini saya akan berbagi mengenai load balancer dengan tipe klasik atau tipe ELB yang paling sederhana.

Di AWS, Elastic Load Balancer adalah layanan yang memungkinkan untuk mendistribusikan trafik aplikasi dari user ke tujuan/target secara otomatis. Ini akan membuat aplikasi semakin bersifat fault tolerance dan memiliki ketersediaan yang tinggi. ELB memiliki beberapa tipe yang mana kesemuanya memiliki fitur high availability, autoscaling, dan robust. Tipe-tipe tersebut adalah:

  1. Classic Load Balancer
  2. Application Load Balancer
  3. Network Load Balancer
  4. Gateway Load Balancer

Di jurnal ini kita akan fokus pada Classic Load Balancer yang ideal untuk load balancing sederhana untuk mengelola trafik dari aplikasi di beberapa instance. Kurang lebih diagramnya seperti berikut ini:

Request dari user akan diarahkan ke target (instance) yang health (sehat dalam artian bisa menangani request).

Mari kita coba.

Disini saya sudah memiliki dua instance yang telah terinstall web server dan dapat diakses dari browser. Saya bedakan menjadi Web Server 1 dan Web Server 2.

Masih di halaman yang sama dengan EC2 Instance, gulir ke bawah Load Balancing > Load Balancers. Untuk membuat sebuah elb, klik Create Load Balancer.

Pada tampilan pertama, kita diminta untuk memilih tipe elb.

Gulir ke bawah dan klik Create pada tipe Classic Load Balancer.

Selanjutnya kita diminta menentukan nama elb, memilih vpc mana yang akan digunakan oleh elb, dan bisa ceklis Enable advanced VPC configuration untuk menentukan subnet.

Jangan lupa atur port di bagian listener configuration. Disini saya hanya menggunakan port 80. Jika sudah klik Next.

Pilih Security Group. Pastikan dalam security group tersebut, port yang menjadi listener sudah di allow. Lalu Next.

Karena kita tidak menggunakan listener yang ‘secure’ (port 443), maka bisa langsung Next.

Pada konfigurasi Health Check, tentukan protokol, port dan path dari aplikasi yang menjadi target. Bisa tentukan waktu timeout (berapa lama elb harus menunggu respon dari target), interval (jarak dari pengecekan satu dengan pengecekan selanjutnya), unhealthy treshold (jumlah kegagalan pengecekan untuk menentukan bahwa instance unhealthy dan tidak siap menerima request), dan healthy treshold. Lalu klik Next.

Tambahkan instance yang menjadi target (instance yang didalamnya berisi aplikasi). Ceklis Enable Cross-Zone Load Balancing jika target berada di zona yang berbeda-beda lalu Next.

Bisa tambahkan tag lalu Next.

Dan terakhir bisa di review. Jika sudah OK, klik Create.

Tunggu sampai load balancer berhasil dibuat

Pastikan status dari ELB sudah x/x

Salin DNS name dari elb dan coba buka melalui browser. Refresh URL dan dari tampilan aplikasi nya terlihat elb meneruskan request ke target yang berbeda.

Balik ke Console dan bisa klik tab Instance untuk mengubah target dan AZ

Buka tab Monitoring untuk memantau elb.

Referensi:

  1. https://docs.aws.amazon.com/elasticloadbalancing/latest/classic/elb-getting-started.html

Sekian!