Hi!

Pada jurnal ini kita akan membahas tentang fitur Lifecycle management di AWS S3. Apa itu?

Fitur lifecycle management memungkinkan object untuk berpindah storage class berdasarkan waktu yang telah ditentukan untuk pertimbangan cost secara otomatis. Contohnya seperti ini: pertama kita upload object dimana kita atur storage class nya S3 Standard, setelah tiga puluh hari data tidak diakses maka otomatis storage class nya akan berubah menjadi S3 IA, lalu setelah 90 hari akan berubah menjadi Glacier.

Kita bisa mengkombinasikan fitur versioning dengan lifecycle management, jadi data-data yang sudah tertanda delete-marker oleh versioning akan ikut berpindah juga.

Mari kita coba. Pertama buka AWS Console.

Di kolom pencarian, ketik s3 dan klik hasil paling atas.

Disini saya sudah memiliki satu bucket bernama misskecupbungbucket-26738193. Klik nama bucket.

Masuk ke tab Properties. Disini kita aktifkan versioningnya dulu. Klik Edit pada opsi Bucket Versioning.

Pilih Enable lalu Save changes.

Masuk ke tab Properties dan pastikan sudah aktif.

Selanjutnya kita aktifkan fitur lifecycle management nya. Masuk ke tab Management dan pada opsi Lifecycle rules, klik Create lifecycle rule.

Definisikan nama, dan untuk scope pilih This rule applies to all objects in the bucket. Jadi semua object akan otomatis berpindah storage tier.

Gulir ke bawah dan pada rule actions, pilih Transition current version of objects between storage classes. Pertama untuk Standard-IA setelah 30 hari, dan Glacier setelah 90 hari.

Centang dan klik Create rule.

Pastikan rule berhasil dibuat dan coba klik rule untuk verifikasi.

Hasilnya akan seperti di bawah ini.

Sekian!